Cerita ini berawal ketika Farhan & Sylvia jadian. .
Ketika itu hubungan mereka berjalan baik, namun suatu hari ketika Sylvia berkumpul dengan teman-temannya di kantin.
Salah
satu teman Sylvia bernama Rina berkata : " Syl ngapain juga sih kamu
pacaran sama Farhan udah gk ganteng orangnya jadul lagi"
Sylvia berkata : " Ada apa dengan kalian? apakah kalian tak suka bila aku berpacaran dengan Farhan?"
Rina
menjawab : " Liat aja gayanya dong Syl, aduh kamu itu gk liat kemajuan
zaman yah?? masih banyak cowo yang lebih ganteng daripada dia yang suka
sama lo Syl. Percaya ma gw. . "
Sylvia menjawab : " Hmmm. ., apa yang kau risaukan bila aku berpacaran dengan dia?"
Teman
Sylvia yang lain menyela pembicaraan, dia berkata " Liat lah dengan
matamu sekarang Sylvia, masih banyak yang suka sama kamu, tuh Rio dia
udah ganteng, bawa motor ke sekolah, gaya rambutnya keren banyak deh
pokoknya kelebihan dia daripada si Farhan itu"
Sylvia yang
mendengar komentar teman2nya itu diam tertegun dan berbicara di dalam
hati " Mengapa juga aku mau saja menerima Farhan? padahal masih banyak
cowo yang lebih baik daripada dia"
Sylvia pun mulai menjauhi Farhan. .
Suatu
hari ketika hari Valentine, Farhan ingin memberikan sebuah kado berupa
coklat dan selembar surat kepada Sylvia di hari kasih sayang itu. Ketika
istirahat Farhan mencari-cari keberadaan Sylvia untuk memberikan kado
tersebut, namun ternyata Sylvia setiap istirahat selalu bersembunyi,
menjauh dari Farhan.
Hingga hari ke-5 setelah kejadian itu, Farhan
masih tetap mencari. Dan akhirnya Farhan menemukan Sylvia di kantin
cewe, Farhan tidak ingin tiba2 muncul begitu saja di hadapan Sylvia dan
teman2nya. Dia ingin memberikan Surprise terhadap Sylvia, dia berjalan
pelan2 dan mengintip di balik tembok.
Sylvia dan teman2nya sedang asik berbincang2. .
Sylvia
berkata : " Oh iya, tau gk kalian? kalo gw udah ngejauhin tuh si Farhan
mulai 5 hari yang lalu. Gw dah males ketemu lagi sama dia "
Rina berkata : " mengapa gk kamu putusin aja tuh si Farhan?"
Sylvia : " Ide yang bagus tuh"
Ketika
Sylvia berkata seperti itu ternyata Farhan mendengar apa yang dia
bicarakan, lalu diapun pergi dengan muka yang sangat sedih. .
Setelah kejadian itu, Farhan tidak masuk sekolah. Sylvia mencari cari Farhan tetapi dia tak menemukannya.
Sylvia sangat menyesal atas apa yang telah diperbuatnya. .
Hari-hari
dilalui Sylvia, tetapi Sylvia merasakan seperti ada sesuatu yang hilang
dari dirinya. Hidup Sylvia hampa, hingga suatu saat dia menonton sebuah
acara di televisi swasta. Dan pada waktu itu dia mendengar lagu dari
Bon Jovi yang liriknya, "Doesn't really matter what the eyes is seeing cause im in love with the inner being"
ketika mendengar kata-kata tersebut Sylvia menangis. Dia menyadari
betapa sayangnya Farhan terhadap dia. . Betapa perhatian Farhan terhadap
dia.
Sylvia sambil menangis, mengingat-ingat tentang Farhan:
Memang -1 untuk Farhan karena dia tidak memiliki motor. .
Tetapi
+10 untuk Farhan karena bagaimanapun keadaannya baik hujan ataupun
cuaca sedang buruk, tetapi Farhan selalu menjemput Sylvia ketika malam
Minggu, baik menggunakan kendaraan umum ataupun sepeda.
Memang -1 untuk Farhan karena dia tidak memiliki gaya rambut yang keren. .
Tetapi +10 untuk Farhan karena bagaimanapun gaya rambutku, baik itu salah potong atau bagaimanapun. Dia tetap memujiku cantik.
Memang -1 untuk Farhan karena dia tidak memiliki handphone. .
Tetapi
+10 untuk Farhan karena dia rela hujan-hujanan pergi ke wartel, hanya
untuk mengucapkan "Selamat Malam Sayang" kepada SYlvia
Memang -1 untuk Farhan karena dia terlihat kampungan karena membawa bekal makanan ke sekolah.
Tetapi
+10 untuk Farhan karena dia membekal makanan ke sekolah untuk berhemat,
karena uang yang dia tabung selama ini untuk membeli kado di hari
Valentine. Hanya untuk Sylvia.
Untuk terakhir kalinya, Memang -1 untuk Farhan karena gaya dia religius dan tidak mengikuti mode masa kini atau jadul.
Tetapi
+10 untuk Farhan karena setiap malam dia selalu berdoa kepada Tuhan, "
Ya Tuhan janganlah engkau jauhkan aku dari Sylvia, aku rela berkorban
demi dia asalkan dia hidup bahagia ya Tuhan"








0 komentar:
Posting Komentar