Cerita ini lanjutan dari Part I & Part II
Cerita
ini berawal ketika perjalanan cinta berjalan mulus dan lancar-lancar
saja, mereka berdua semakin sayang satu sama lain. Namun belakangan ini
Sylvia terlihat murung dan sepertinya dia kehilangan kebahagiaannya yang
seperti biasa. Tibalah hari valentine, dan Farhan pun menanyakan
sesuatu kepada Sylvia
Farhan : " Syl ada apa dengan kamu? Apakah terjadi sesuatu pada dirimu?"
Sylvia : " Tidak, tidak apa-apa. Nothing happen sayang"
Namun
Farhan tetap tidak percaya dengan jawaban Sylvia yang seperti itu, dia
terus memaksa Sylvia untuk menjawab sejujur-jujurnya.
Akhirnya
Sylvia berbicara kepada Farhan seperti ini : " Baiklah Farhan, aku
mempunyai satu permintaan kepadamu. Hanya satu permintaan dan aku mohon
kamu mau menjalankannya"
Farhan : " Apa permintaan mu itu?. Everything i do, i do it for you"
Sylvia
: " Aku mohon untuk lusa, janganlah kamu menghubungi aku baik dari
bertegur sapa, melalui handphone dan janganlah kau bertanya kepada
siapapun mengenai kabarku. Aku mohon "
Farhan : "Anything for you"
Farhan
merasa berat dengan pernyataan dari Sylvia tadi, dia tidak bisa hidup
tanpa Sylvia walaupun itu 1 hari. Tetapi karena Farhan cinta dan sayang
tulus kepada Sylvia. Akhirnya dengan sangat berat hati dia memenuhi
permintaan dari Sylvia.
Keesokan harinya, Farhan mengajak
Sylvia jalan-jalan ke sebuah taman bunga yang sangat indah. Disana
mereka saling berbincang-bincang hingga Sylvia berkata " Sayang, Apabila
suatu hari aku meninggalkanmu dengan alasan tertentu apa yang akan kamu
lakukan?"
Farhan kaget dan sejenak terdiam, lalu dia menjawab : "
Mengapa kau hendak meninggalkanku, aku tak mampu ditinggal dirimu
seorang diri, besok pun aku terpaksa karena aku ingin membuktikan betapa
tulusnya cintaku padamu"
Sylvia terdiam tidak menjawab, lalu dia pun pergi meninggalkan Farhan.
Farhan berlari mengejar Sylvia dan bertanya : " Mengapa kau meninggalkanku disini?"
Sylvia : " Aku aku aku hanya...."
Farhan : " Hanya apa?"
Sylvia : " Sudah lupakan saja, ayo kita pulang sayang"
Farhan pun mengantarkan Sylvia pulang, dan mereka pun melanjutkan kontak melalu handphone ketika malam hari
Sylvia menelpon Farhan dan berkata
Sylvia : " Sayang, aku hanya ingin kamu tau satu bait pusis dari aku
'Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu
yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…'
Farhan terdiam sejenak mendengar perkataan tersebut dari Sylvia, dan tiba2 Sylvia menutup perbincangan tersebut.
Keesokan
harinya, Farhan menjalani hari-harinya dengan sepi. Dia seperti
kehilangan sesuatu, dia melihat ke kanan ke kiri yang ada di benaknya
hanyalah Sylvia. Namun dia masih ingat janjinya untuk tidak mengontak
Sylvia dan tidak menanyakan kabar dia kepada siapapun.
Setelah satu hari dilewatinya dengan hampa, keesokan harinya dia langsung mengunjungi rumah Sylvia.
Namun
dari kejauhan terlihat bendera kuning di dekat rumah Sylvia, banyak
orang-orang dan teman-teman Sylvia berkumpul disitu. Suasanya terlihat
berkabung.
Farhan lalu berlari menuju kerumunan tersebut, terlihat ada ibunda dari Sylvia.
Ibunda
Sylvia lalu berkata kepada Farhan : "Dek Farhan yang sabar yang, yang
tabah ya dek, Sylvia semenjak seminggu yang lalu telah di vonis oleh
dokter bahwa dia menderita kanker otak dan hidupnya tidak akan lama
lagi. Mungkin ibu hanya bisa menyampaikan secarik kertas dari Sylvia"
"Mungkin aku tidak bisa menjadi kekasih terbaik untukmu, mungkin aku tidak bisa menjadi orang yang sempurna di matamu"
"Mungkin cintaku terhadapmu tak sedalam citamu terhadapku, dan mungkin juga kamu tak akan mampu hidup tanpaku"
"Tapi bertahanlah sayang, masih panjang jalan hidupmu, tak sepertiku yang telah di vonis oleh dokter tak akan lama lagi aku hidup"
Aku hanya ingin menyampaikan satu bait puisi ini
'Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu
yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…'
Aku juga masih ingat kata-kata yang waktu itu " Doesn't really matter what the eyes is seeing, cause i'm really in love with the inner being"
Selamat jalan sayang,
Salam dari kekasihmu
Sylvia Belove Vexia









0 komentar:
Posting Komentar